Panduan Ringkas Perdagangan Karbon untuk Perempuan
Perhimpunan Teropong
Apa itu Perdagangan Karbon? (What)
Perdagangan karbon adalah sistem baru untuk mengurangi polusi udara.
- Jika ada pihak menjaga hutan, lahan gambut, menanam pohon, atau memakai energi bersih, maka mereka menghasilkan kredit karbon.
- Kredit ini bisa dijual kepada perusahaan atau negara lain yang masih mencemari.
- Dengan cara ini, bumi tetap lebih bersih, sementara masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi.
Bagi perempuan, perdagangan karbon berarti peluang baru: menjaga keluarga dari polusi sekaligus membuka pintu usaha hijau untuk masa depan.
Mengapa Penting untuk Perempuan? (Why)
Perempuan sering menjadi pihak yang paling terdampak perubahan iklim:
- Saat banjir, perempuan harus melindungi anak-anak dan orang tua.
- Saat kebakaran hutan, perempuan yang merasakan sulitnya mengurus keluarga dalam kabut asap.
- Saat kekeringan, perempuan yang harus mencari air bersih untuk rumah tangga.
Karena itu, keterlibatan perempuan penting dalam perdagangan karbon, agar manfaatnya terasa nyata di rumah dan komunitas.
Manfaat khusus bagi perempuan :
- Membuka lapangan kerja baru di sektor hijau.
- Memberikan penghasilan tambahan melalui kelompok usaha desa.
- Menempatkan perempuan sebagai pengambil keputusan dalam pengelolaan hutan.
Siapa yang Terlibat? (Who)
Dalam perdagangan karbon, banyak aktor berperan:
- Pemerintah – membuat aturan dan memastikan keadilan.
- Perusahaan – pembeli atau penjual kredit karbon.
- Masyarakat desa – pelaksana proyek, termasuk kelompok perempuan.
- Investor dan lembaga internasional – mendukung pembiayaan.
👉 Perempuan bisa menjadi aktor utama melalui koperasi perempuan, kelompok tani hutan, kelompok ibu rumah tangga, dan organisasi lokal.
Di Mana Terjadi? (Where)
- Global – perdagangan antarnegara lewat kesepakatan iklim.
- Nasional – Indonesia punya Bursa Karbon di Jakarta.
- Daerah – di desa, hutan, gambut, dan pesisir.
Contoh: di Kalimantan Tengah, desa-desa perempuan bisa ikut dalam program menjaga gambut, menanam mangrove, atau mengolah hasil hutan bukan kayu.
Kapan Dimulai? (When)
- Dunia mulai sejak Protokol Kyoto (1997), lalu Paris Agreement (2015).
- Indonesia resmi memulai dengan Perpres 98/2021 dan meluncurkan Bursa Karbon pada 2023.
- Sekarang adalah waktu terbaik bagi perempuan ikut terlibat.
Bagaimana Cara Kerjanya? (How)
- Kelompok desa menjaga hutan/lahan → mengurangi emisi.
- Hasil pengurangan dihitung → diverifikasi.
- Terbit sertifikat → kredit karbon.
- Kredit dijual di pasar → pemasukan bagi kelompok.
- Manfaat dibagi → untuk keluarga, kelompok perempuan, dan komunitas.
Apa Lagi yang Perlu Diketahui?
- Suara perempuan penting → dalam rapat desa dan pengelolaan proyek.
- Keadilan harus nyata → manfaat tidak hanya untuk elite, tetapi sampai ke rumah tangga.
- Peluang besar → perempuan bisa memimpin usaha kreatif berbasis karbon: kerajinan, pangan lokal, energi bersih.
Pesan untuk Perempuan
Perdagangan karbon adalah kesempatan baru. Jangan biarkan perempuan hanya menjadi penonton.
👉 Jadilah pemimpin hijau, karena bumi yang sehat adalah warisan bagi anak-anak kita.